Simak tentang ISIS Siapkan Wabah Pes Sebagai Senjata Pemusnah Massal?

Para pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berpawai di kota Tel Abyad, Suriah, (2/1). (Reuters/Yaser Al-Khodor)
Sebuah dokumen yang ditemukan pada laptop milik seorang pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengungkap satu lagi rencana mengerikan kelompok radikal tersebut. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa ISIS sedang mencari senjata pemusnah massal.
Sebagaimana dilansir oleh majalah Foreign Policy, laptop yang ditemukan oleh seorang pemberontak Suriah itu berisi langkah-langkah untuk mengembangbiakkan virus pes dari hewan yang terjangkit dan bagaimana cara menggunakannya sebagai senjata. Dalam salah satu dokumen disebutkan, “Keuntungan senjata biologi adalah tidak membutuhkan banyak biaya namun jumlah korban jiwa yang jatuh bisa banyak”.
Disebutkan pula, granat-granat yang diisi dengan virus diledakkan di tempat-tempat umum seperti stadion olah raga dan stasiun kereta api. Bahkan, dikatakan bahwa serangan bisa pula dilakukan dengan cara bom bunuh diri.
“Sebaiknya (serangan) dilakukan dekat dengan saluran air conditioning (ac),” bunyi petikan dokumen tersebut.
Laptop yang ditemukan itu diyakini kepunyaan seorang militan asal Tunisia. Ia diduga mempelajari ilmu kimia dan fisika sebelum bergabung dalam perang Suriah. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.
Memang, belum ada bukti yang menununjukkan bahwa ISIS sedang mengembangkan senjata biologi pemusnah massal. Namun, kekhawatiran pun muncul setelah kelompok radikal itu merebut sebuah pusat senjata kimia di Irak, bulan lalu.
Wabah pes, yang juga dikenal dengan sebutan Black Death, pernah muncul pada abad ke-14. Ketika itu, wabah pes menelan korban 30 juta jiwa. (Metro)
Berita Menarik Lainnya:

Sumber:Suara.com
Read More...

ANEH IKAN EMAS MENJALANI OPERASI TUMOR OTAK

Seekor ikan mas berusia 10 tahun di Australia menjalani operasi atau pembedahan atas penyakit tumor otak yang dideritanya. Hewan tersebut kini sudah pulih seperti sedia kala.

Awalnya si pemilik, Lyn Orton, membawa ikan bernama George itu ke rumah sakit hewan di Melbourne. Dokter hewan, Tristan Rich, menyarankan dua pilihan kepada si pemilik: dioperasi untuk memindahkan tumor atau merelakan si hewan air itu "tertidur" selamanya.

Seperti Liputan6.com kutip dari Telegraph, Selasa (16/9/2014), Lyn memutuskan untuk mengoperasi binatang kesayangannya itu dengan membayar biaya pembedahan sekitar Rp 2,1 juta.


George si ikan pun langsung dibawa ke ruang bedah. Dokter Tristan mempersiapkan peralatan. Lyn juga membawa air kolam rumah tempat George biasa berenang. Operasi pun dimulai.

Mula-mula, George ditaruh di sebuah ember. Pipa disalurkan dari air kolam habitat ke mulut si ikan agar insangnya tetap basah. George juga dibius dengan cara ditempatkan di dalam air yang sudah ditaburkan obat anestesi.

Setelah George tertidur karena bius, dokter Tristen mulai membedah. Puluhan menit berlalu, dan dokter berhasil mengangkat tumor dari otak ikan tersebut. Operasi selesai.

George kemudian dibangunkan dengan memindahkannya ke air bersih. Hewan tersebut lalu bangun dan berenang dengan lincah. George sudah sembuh dan sehat kembali.


Dokter Tristan menjelaskan, George sebelumnya mengalami masalah pada sistem pencernaan. Ia sulit makan. "Dia di-bully teman-temannya," ujar si dokter. "Kita harus membedah otaknya dan saat semuanya selesai, kami membangunkan dia, dan dia langsung berenang riang."

Lyn mengaku sangat senang, hewan kesayangannya kembali sehat seperti sebelumnya. Apalagi kata dokter, ikannya itu bisa bertahan hidup hingga 20 tahun ke depan.

"Kami biasanya duduk di tepi kolam, dan merasa sangat rileks saat melihat dia (ikan George)dan teman-temannya berenang," ujar Lyn kepada Harian Melbourne, Herald Sun. "Mereka tak hanya sekadar hewan yang bisa berenang, tapi mereka juga punya ciri khas." (Ans)

Sumber:merdeka.com
Read More...

Cari tau Alasan Rinada Mau Direkam Suami Saat Hubungan Badan

Ini Alasan Rinada Mau Direkam Suami Saat Hubungan Badan Sungguh disesalkan oleh Rinada, foto-foto syur hasil editan dari video pribadinya dengan Y tersebar luas di dunia maya. Dia mengungkapkan, kalau Y yang saat itu masih sebagai suaminya, pemilik ide untuk merekam hubungan badan mereka.
Nada melihat ada kelainan seks pada suaminya saat itu. Dia terus-terusan dibujuk dengan janji akan langsung dihapus setelah adegan mereka selesai direkam.
"Waktu itu kami jalin pernikahan. Mungkin karena dia punya kelainan seks, saya jadi bingung. Dan ada di bawah tekanan, dia bujuk terus. Dia bilang habis direkam akan dihapus," kisah Rinada saat berkunjung ke Kantor Redaksi KapanLagi.com® di Tebet, Jakarta, Selasa (16/9) dini hari.
Seminggu setelah pembuatan video itu, Rinada pun langsung mendatangi suaminya, meminta untuk menghapus rekaman itu, sesuai janjinya. Dia ingin kepastian kalau video itu benar-benar sudah dimusnahkan.
Semula Y berusaha mempertahankan CD itu, namun setelah terjadi pertengkaran, bahkan terjadi saling pukul akhirnya diserahkan. Saat itulah, dirinya melihat sebuah dihancurkan oleh Y.
Tapi ternyata masih ada yang tersebar, meski hanya foto-fotonya. Dia merasa salah, karena tidak memastikan apakah isi CD itu benar-benar hasil rekaman adegannya. CD itu langsung dihancurkan tanpa dilihat dulu isinya.
Rinada sendiri telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan mantan suaminya itu ke polisi. Dia mencurigai adanya rencana secara sengaja dari awal merekam sampai penyebaran. Apalagi peralatan, seperti handycam dan lain sebagainya sudah disediakan Y.
"Tapi kalau kenyataan kayak gini, berarti dia sudah punya rencana," tegasnya.
(kpl/dis/dar)

Sumber:kapanlagi.com
Read More...

Perempuan Sarjana cantik menyebut dirinya Terapis Telanjang

Sarah White. [SW Modeling/Yann]Seorang sarjana berparas cantik yang menyebut dirinya sebagai “Terapis Telanjang”, mengklaim bisa mengatasi masalah kecanduan pornografi di internet pada lebih dari 1.000 orang. Caranya, dia melakukan konsultasi atau memberikan “terapi” sembari bertelanjang, sebagian besar melalui web cam.
Sarah White, demikian nama perempuan yang senantiasa tampil seksi itu. Prakteknya cukup sederhana, yaitu dia berkomunikasi melalui kamera di internet –atau kadang mungkin bertemu langsung– sembari melepas pakaiannya. Dia juga membolehkan kliennya melakukan hal serupa, sementara mereka berbincang mengenai masalah hubungan seks, asmara, bahkan juga persoalan hidup secara umum.
Seperti ditulis situs Mirror.co.uk, perempuan berusia 28 tahun ini mengklaim telah membantu ratusan klien di seluruh dunia, termasuk di antaranya sejumlah selebriti dan kalangan VIP. Dia punya pandangan mendasar yang ia yakini, bahwa godaan atau rangsangan adalah kunci demi membuka (sisi) psikologis seseorang.
White juga mengaku percaya bahwa pornografi di internet telah mengubah cara pandang laki-laki terhadap perempuan. Bahkan menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan oleh pornografi tersebut dapat menghentikan seseorang berusaha menemukan cinta dalam kehidupannya.
Meskipun klien (lelaki maupun perempuan) diperbolehkan pula bermasturbasi selama terapi di mana dia bertelanjang, White berkukuh bahwa praktiknya bukanlah layanan “sex-cam”. Namun sementara itu, dia mengakui bahwa sesi “terapi” dua arah selama satu jam itu senantiasa berhubungan dengan rangsangan dan kondisi terangsang.
“Pertama, oleh karena telanjang diperbolehkan, maka akan segera hadir perasaan intim, keterbukaan, serta saling percaya antara terapis dan kliennya,” tutur White mengemukakan aspek-aspek yang disebutkan sebagai faktor kebehasilan “terapi”.
“Banyak di antara klien saya yang mengaku telah merasakan perubahan besar dalam konteks apa yang siap mereka bicarakan denganku ketimbang dengan terapis lainnya yang normal,” sambungnya.
“Yang mengejutkan, saya menemukan bahwa banyak lelaki tidak akan bicara pada terapis normal tentang berbagai hal karena mereka merasa terlalu malu atau sungkan,” ujarnya lagi.
“Tapi mereka malah merasa nyaman bicara padaku tentang hal-hal itu (yang dirahasiakan), karena mereka menganggap kesediaanku bertelanjang untuk mereka merupakan tanda bahwa saya mempercayai mereka dan bahwa saya tidak akan menghakimi (masalah) mereka, yang tentunya benar,” tambahnya.
“Hal kedua, Terapi Telanjang melibatkan godaan seksual sebagai sebuah bagian penting dari pemikiran (cara berpikir),” ungkap White lagi.
“Meminta seorang lelaki berbagi tentang perasaannya di lingkungan di mana godaan seksual dilarang, bagaikan mencoba mengajarinya berenang di daratan,” sambungnya pula memberikan analogi.
White diketahui memiliki gelar BA di bidang Tari, selain juga pemegang gelar Bachelor of Science di Ilmu Biologi, yang didapatnya dari sebuah kampus di kawasan pesisir barat Amerika Serikat (AS).
Namun, dia memang tak memiliki lisensi untuk membuka praktik sebagai terapis kejiawaan di AS, terutama lantaran metodenya yang melibatkan rangsangan dinilai tidak etis. Namun perempuan yang tinggal di New York ini berkeras bahwa metodenya justru telah memberikan terobosan baru di dunia psikologi.
“Ya, saya bangga mengatakan bahwa saya telah menjumpai lebih dari 1.000 orang (klien) di mana mereka semua memang ingin berada di sana (bicara) denganku,” tuturnya.
“Saya barangkali satu-satunya terapis perempuan di dunia yang bisa menyatakan punya daftar pasien lelaki di mana tak satu pun dari mereka berada di sana (menjalani terapi) karena disuruh oleh hakim (pengadilan) atau oleh istrinya,” tandasnya.
Walaupun terapinya kontroversial, sangat terbuka dan juga buka-bukaan, Sarah White mengaku tetap punya batasan tersendiri dalam memberikan terapi. Dia mengaku hanya bersedia melanjutkan pembicaraan jadi lebih seksi alias sambil bertelanjang, jika dia percaya akan ada “keuntungan mental” bagi sang klien. [Mirror]

Sumber; suara.com
Read More...

Perbuatan Bocah 13 Tahun Hamili PRT asal Indonesia Berusia 32 Tahun

Seorang bocah 13 tahun di Bahrain menjadi ayah termuda setelah pasangannya melahirkan bayi. Ibu dari anaknya itu adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia yang berusia 32 tahun.
Ilustrasi. (Shutterstock)Tidak disebutkan nama Tenaga Kerja Indonesia tersebut. CNN Arabia hanya menyebut bahwa TKI itu bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan dia mengaku telah diperkosa oleh bocah anak majikannya itu.
Saat ini, kasus tersebut tengah memasuki persidangan di Bahrain. TKI tersebut mengaku berhasil menyembunyikan kehamilannya selama beberapa bulan dari majikannya.
Namun, kasus itu akhirnya terbongkat saat TKI tersebut akan kembali ke Indonesia. Kuasa hukum sang bocah, Ibtisam Al Sabbagh mengungkapkan, perempuan itu terpaksa melahirkan bayi secara prematur sebelum bisa kembali ke Indonesia.
“Dia melahirkan di kamar mandi majikannya,” kata Ibtisam.
“Awalnya, dia mengaku diperkosa oleh bocah itu yang masih masuk kategori anak-anak. Namun, belakang diketahui bahwa TKI itu menjalin hubungan asmara dengan sang bocah,” pungkasnya. (Emirates24/7)

 Sumber: Suara.com
Read More...

Menghebohkan Video Bayi yang “Dimasak” di Panci Makanan Mengguncang Arab Saudi

Bayi yang akan dimasak di atas kompor. (Emirates24/7)
Seorang laki-laki yang diduga merupakan warga negara Arab Saudi mengunggah video yang menampilkan seorang bayi yang berada di dalam panci makanan yang penuh dengan sayur-sayuran di YouTube.
Dia menggunakan sendok besar untuk mengaduk sayuran yang ada di dalam panci makanan tersebut sambil berkata,”Kami akan memasak ini untuk makan malam nanti.”
Video itu dipublikasikan oleh harian lokal Sabg dan memperlihatkan bayi berusia beberapa bulan dijejalkan di dalam panci yang penuh dengan makanan. Panci itu kemudian ditutup – dengan bayi itu masih ada di dalamnya – dan kemudian diletakkan di atas kompor.
Suara seorang laki-laki berbahasa Arab terus berkata,” Ini adalah makan malam kami hari ini, kami akan memakan ini nanti malam.” Tidak lama kemudian terdengar suara seorang perempuan yang berkata,”Tunggu sebentar.”
Harian Sabq tidak merinci di mana film itu diambil dan apakah video itu merupakan gurauan belaka. Salah seorang pembaca koran itu mengirimkan komentar tentang artikel itu dan mengatakan,”Hati dari sejumlah manusia sudah menjadi batu. Semoga Tuhan tidak mengampuni laki-laki yang memasak bayi itu. (Emirates24/7)

sumber :http://suara.com
Read More...

Kisah ayu sang pelacur demi kepintingan izajah SMA



“Maaf ya lama datangnya, soalnya macet,” ujar Ayu saat tiba di salah satu kafe di kawasan Jalan Gatot subroto, Samarinda. Sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dia berujar, “Eh, wawancaranya ini enggak gratis lho.” Lalu, dia tertawa lebar.

Tentu, dandanan berkelas dan serba mewah yang ditampilkan gadis ramping berusia 24 tahun itu tak dibiayai dari gajinya sebagai kasir. Sejak lulus SMP, Ayu sudah terjerumus ke dalam bisnis pelacuran. Kala itu, dia mencoba peruntungannya di Jakarta.

“Awalnya saya gadis baik-baik kok. Sayangnya, saya tidak sabar mencari pekerjaan halal, akhirnya takdir membawa saya menjadi ladies di Ibu Kota,” ungkapnya.
Tanpa ditanya, gadis itu langsung menceritakan perjalanan hidupnya. Dia seolah sudah mengerti apa yang diinginkan pencari berita. Sebab, tak hanya sekali ini dia diwawancarai seputar kehidupan dunia malam yang digelutinya.

Mulanya, Ayu pergi ke Ibu Kota untuk mencari kerja. Sayang, latar belakang pendidikan yang hanya lulusan SMP tak membuatnya mendapat banyak pilihan pekerjaan.
Ayu yang datang dari pelosok desa di Kalimantan Timur lantas hijrah ke Samarinda. Alasannya, dia melihat tetangga sebayanya yang berhasil menjadi kaya setelah dua tahun merantau di Kota Tepian.
“Dari kawan saya itulah, akhirnya saya tahu kalau ada pekerjaan di salah satu kelab malam. Dia bilang cuma kasir dan front office. Ternyata, yang dibutuhkan penari dan ladies yang harus menemani tamu-tamu yang datang,” kata Ayu.

Sejak saat itu, Ayu pun menekuni profesi gandanya sebagai pekerja seks komersial. Namun, berkali-kali dia mengingatkan bahwa dia PSK “berkelas” dan bukan PSK pinggir jalan.
Dulu, saat pertama bekerja sebagai pelacur, Ayu mengaku bisa menerima sembarang tamu. Tetapi, setahun berjalan, dia mulai terkenal dan tidak sembarang mencari pelanggan. Tarifnya kini Rp 1 juta per malam. Tak hanya itu, Ayu hanya mau menginap di hotel berbintang dengan kendaraan mobil pribadi. Bahkan, tak jarang, Ayu meminta pembayaran dalam bentuk mata uang dollar AS.

Memanfaatkan situs jejaring sosial dan layanan BlackBerry Messenger, Ayu menjajakan diri kepada para pelanggannya. Uang yang diperoleh dari “bisnis” inilah yang lalu digunakan Ayu untuk “memperbaiki” diri. Tak hanya secara fisik, Ayu pun menaikkan “kelasnya” dengan cara mencari ijazah SMA dan berkuliah.
Ayu mengaku berhasil membuat ijazah “bodong” sebagai modal untuk mendaftar ke perguruan tinggi ternama di Samarinda. Kini, Ayu yang hanya lulusan SMP itu sudah tercatat sebagai seorang mahasiswi.

Dia sadar dengan ijazah seadanya dia tidak akan bisa mencari pekerjaan yang diimpikan. Jika harus kembali ke kampung, maka ia akan menanggung malu. Sebab, saat mau berangkat, dia menceritakan ke semua tetangganya kalau dia akan kaya raya saat pulang nanti.

“Hidup itu singkat, buat apa menangisi takdir. Lebih baik tetap tersenyum dan menjauh dari pikiran-pikiran yang bikin cepat tua,” celoteh perempuan berlesung pipit ini
Malam semakin larut. Namun, percakapan dengan Ayu, wanita pekerja seks komersial yang ‘sukses’ menaklukkan Kota Samarinda, belum juga berakhir.

Setelah bercerita panjang tentang awal perjalanan hidupnya hingga terjun ke dunia hitam, gadis 24 tahun ini lalu bercerita tentang pandangan orang kepada dirinya.
“Hampir semua orang tidak menyukai saya. Semua bilang saya pelacur, sehingga harus dijauhi. Padahal saya begini karena ada alasannya. Saya butuh kehidupan yang layak. Uang yang banyak untuk menafkahi keluarga saya,” kata Ayu dengan nada tinggi.

Ayu yang asalnya dari sebuah kampung di padalaman Kalimantan Timur, datang ke Samarinda dengan harapan menjadi kaya. Sebagian mimpinya sudah tercapai. Dengan penghasilannya sekarang, dia bisa melakukan banyak hal, termasuk membiayai kehidupan keluarganya di kampung.
“Ayah saya petani, sedang ibu saya cuma pegawai pengupas bawang di kampung. Adik-adik saya ada lima, kasihan mereka harus hidup dengan kemiskinan. Dari situ saya semangat pergi ke Samarinda, saya harus menerima semua pekerjaan. Walaupun akhirnya saya tahu, kalau pekerjaan ini adalah pekerjaan yang diharamkan agama,” kata Ayu lirih.

Meski demikian, Ayu terus melakukan pekerjaannya itu. Kalau ditanya orangtua, dia mengaku bekerja di salah satu kafe sebagai kasir. “Saya tidak mau orangtua tau apa yang saya lakukan di sini. Saya harus menjaga hati mereka, agar mereka tidak merasa hancur,” ujar Ayu lagi.

“Lumayan lo, setiap malam dapat sejuta, tiap bulan dapat gaji lagi dari klub kalau ada job nari. Tapi enggak bisa beli mobil, soalnya uangnya pasti dikirim ke kampung dan habis untuk berdandan,” katanya.
Bicara soal dandan, Ayu memang terlihat sangat mewah. Aroma parfum mahal pun tercium setiap kali dia menggerakkan tubuhnya. “Parfum saya saja harga jutaan. Kalau tidak punya uang, jangan coba-coba ngubungin saya deh,” cetus Ayu yang berkali-kali mengaku sebagai palacur ‘berkelas’.

Selain mempercantik diri dengan perawatan mahal, Ayu terus mengumpulkan rupiah. Seperti yang dia telah ceritakan, dia “berhasil” membeli ijazah SMA ‘bodong’ dan berkuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di kota itu.
“Hebat kan saya? Saya adalah pekerja seks kelas atas. Apa yang saya dapat adalah jerih payah. Saya tidak akan mengabaikan semua pendapatan hanya untuk bersenang-senang. Maka saya harus kuliah dan berpendidikan seperti mereka yang hidupnya di kantoran,” ungkap dia.

Dengan status mahasiswa nya itu, Ayu bisa ‘melebarkan sayap’ dalam ‘bisnisnya’ itu. Jika dulu dia hanya duduk merayu di kelab malam, kini dia sudah menjadi gadis simpanan.
Tak tanggung-tanggung, salah satu dosennya yang berhasil dia taklukkan. Setiap akhir pekan Ayu menemani kekasihnya itu keluar kota. Bahkan, belakangan kekasihnya melarang Ayu bekerja di kelab, dengan iming-iming uang jajan Rp 3 juta per bulan.

“Dia sih maunya saya cuma di rumah, nunggu dia pulang seperti istrinya. Tapi saya masih mikir mikir. Soalnya, saya enggak mau terkurung di rumah tanpa uang jajan harian. Tapi seandainya dia mau menjadikan saya istri simpanan, mungkin saya akan nurut apa katanya,” kata Ayu.

Ayu mengaku memimpikan rumah tangga seperti perempuan-perempuan lain. Dia akan berusaha lulus sarjana dengan cepat, dan mencari pekerjaan halal. Dia berharap suatu saat nanti, dia akan menemukan lelaki pujaan hati yang siap menerima masa lalunya sebagai pekerja seks komersial.

“One day. Saya akan pergi dari kehidupan ini. Saya akan menjadi istri dari laki-laki yang baik. Saya akan melahirkan anak-anak saya, dan saya akan melihat adik-adik saya menjadi apa yang mereka cita-citakan. Untuk saat ini, tidak apa-apa saya bekerja sebagai PSK. Demi orangtua, dan menyekolahkan adik-adik saya,” tutupnya seraya menyeka air mata.


sumber::http://akuindonesiana.wordpress.com
Read More...

Membuat calon pekerja yang berkualitas dan terpuji

NI Putu Maitri Nara Suari tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Pasalnya, siswa SMA peraih nilai tertinggi UAN 2011 asal Bali ini tak menyangka kalau namanya lolos untuk mengikuti Program Pendidikan Akuntansi (PPA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Harapan satu-satunya Maitri - begitu perempuan enerjik itu akrab disapa - untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hanyalah pada PPA BCA. “Saya sudah banyak mendengar referensi mengenai kualitas PPA BCA. Saya senang karena setelah PPA selesai, ada kesempatan bekerja di BCA,” ujar Maitri, sedikit terbata.

Ahmad Fauzi asal Kendari, Sulawesi Tenggara, juga tak dapat menyembunyikan kebanggaannya menjadi bagian dari PPA BCA. “Di sini kami saling mendukung seperti keluarga. Alumni PPA juga sering berkunjung untuk berbagi pengalaman dan membimbing kami,” kata pria ramah itu.

Lain lagi dengan Riska. Peserta PPA angkatan 30 pada 2012 ini menilai bahwa belajar di PPA sudah seperti kuliah di tempat lain. “Di sini kita kuliah Senin-Jumat mulai pukul 08.00-16.30 WIB, dengan tiga kali istirahat. Sabtu belajar mandiri atau kelompok. Sudah begitu, dosen-dosennya juga profesional dan berkualitas. Pokoknya enjoy banget kuliah di sini,” ujar perempuan asal Sukabumi ini.

Diluncurkan pada 1996, PPA bertujuan untuk memberikan pendidikan nongelar gratis bagi lulusan SMA dan SMK atau sederajat, yang memiliki prestasi akademik namun punya kendala keuangan sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Selama pendidikan, mereka memperoleh uang saku, dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran, laboratorium komputer, serta pemeriksaan kesehatan.

Menurut Inge Setiawati, PPA merupakan program tanggungjawab sosial BCA yang bertujuan mendidik pelajar untuk mengetahui lebih dalam tentang ilmu akuntansi dan perbankan. “Program ini ditujukan kepada lulusan SMA dan SMK sederajat berprestasi, namun terkendala dalam hal finansial untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Sekretaris Perusahaan BCA itu.
IPK Minimal 2,75

Dari tahun ke tahun, peserta program PPA terus meningkat. Didukung oleh tenaga pengajar berkualitas dari beberapa universitas ternama di Indonesia, maupun praktisi bisnis berpengalaman dengan strata Magister (S2) atau doktor (S3).

Pada akhir 2013, jumlah peserta program PPA tercatat sebanyak 342 orang, yang terdiri dari 8 kelas (batch 26-33). Sebanyak 77 peserta berhasil menyelesaikan program ini dan 76 di antaranya memilih untuk bergabung dengan BCA sebagai karyawan tetap pada 2013, selebihnya masih menjalani program tersebut.
Kepala Divisi Pembelajaran dan Pengembangan BCA Lena Setiawati mengatakan, peserta didik di PPA selain belajar akuntasi, juga dibekali dengan pelatihan softskill -- seperti kemampuan berkomunikasi, presentasi, dan diskusi. “Mereka juga lebih terekspos dengan dunia kerja karena berkesempatan magang. Setelah lulus, peserta dapat melanjutkan pendidikannya di universitas selama satu tahun untuk mendapatkan ijazah S1,” ujar Lena Setiawati.

Pola pendidikan PPA menekankan pada aspek kejujuran, integritas, dan kapabilitas. “Selama belajar, mereka harus taat pada aturan yang sangat ketat. Tidak heran alumnus PPA yang bekerja di BCA banyak menorehkan prestasi dan diminati oleh unit-unit kerja,” ungkap Herlina Pranoto, Manager Pengembangan Pendidikan BCA.
Program dilaksanakan selama 30 bulan secara gratis, dan bukan ikatan dinas. Setiap peserta diharuskan memenuhi ketentuan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 2,75. Jika tidak dapat memenuhi minimal IPK atau melanggar aturan disiplin yang berlaku, maka peserta tidak dapat meneruskan program. Hal ini bertujuan untuk menjaga standar kualitas pendidikan.

Pendidikan untuk Semua
Saat ini tidak sedikit dari anak bangsa yang belum bisa mengenyam pendidikan akibat keterbatasan biaya. Padahal, pendidikan di era modern ini merupakan investasi terbesar bagi keberhasilan manusia.
Menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa, BCA, melalui pilar Solusi Cerdas program Bakti BCA, lantas mengembangkan berbagai program pendidikan secara berkesinambungan. Antara lain melalui Program Pendidikan Akuntansi (PPA) nongelar.

Melalui pendidikan nongelar, khususnya PPA, BCA berharap dapat menggandeng lebih banyak insan pelajar muda Indonesia - seperti Maitri, Ahmad Fauzi, dan Riska - untuk menumbuhkembangkan potensi mereka di bidang ekonomi dan perbankan. BCA berharap, program tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan di Tanah Air. [adv]

Sumber : Pasarmodal.inilah.com
Read More...